saya kagum sama mereka , dan bahkan saya sangat sering berfikir buat pindah negara , lol
karena disana tata cara bergaul sangat termata sopan , terlihat sangat menghargai satu sama lain :)
Hmm ..Pendidikan Moral di jepang di sebut " doutokukyoiku "
Kehidupan di Jepang sangat teramat menjunjung tinggi abad atau peraturan , misal nya saat makan , bertemu orang , berbuat salah dan sebagai nya...
1) Adab ketika makan
Adab makan merupakan suatu keharusan. Dari set peralatan makan yang tetap untuk tiap orang, pengaturan tempat duduk yang sudah jelas (posisi tempat duduk tiap anggota keluarga), dan paling penting ungkapan yang harus diucapkan sebelum dan sesudah makan
Orang Jepang selalu mengucapkan “itadakimasu” sebelum acara makan disertai dengan menangkupkan kedua tangan seperti berdoa. Meskipun kemudian kadang hanya mengucapkan “itadakimasu” tanpa menangkupkan kedua tangannya. Pasangan dari itadakimasu adalah “gochisosama”, yang biasa diucapkan segera setelah selesai makan.
Ini menunjukkan orang Jepang selalu bersyukur akan semua yang telah didapatnya. Kalau muslim, biasanya membaca "bismillah" sebelum makan dan "alhamdulillah" setelah makan sebagai rasa syukur(no SARA, hanya mengutarakan pendapat karna saia sebagai muslim).Ini sering kita lupakan.
Dan tentang sumpit juga tedapat mitos :
Sumpit
Sumpit identik dengan tata cara makan. Sebagian besar orang Jepang akan mematahkan sumpitnya menjadi dua bagian selesai makan. Menurut adat budaya jepang, apabila sumpit tidak dipatahkan, mereka akan terserang suatu penyakit akibat makanan yang kita makan. Namun, saat ini tradisi tersebut hanya dilakukan saat kita berada di restoran. Untuk bersantap di rumah, setiap anggota keluarga menyimpan sendiri sumpit masing-masing dan sumpi itu hanya untuk pribadi dan tidak boleh menukar sumpit walaupoun sesama anggota keluarga,hal ini dilakukan karena dapat dianggap sebagai pembawa sial terhadap keluarga itu sendiri.
2) Adab memperkenalkan diri dalam bisnis
Orang jepang menggunakan Kartu nama bisnis (meishi/名刺), biasanya mempunyai dua sisi yang menampilkan data diri si pemilik. Sisi depan dengan bahasa Jepang sedangkan di sisi belakangnya dengan alfabet atau bahasa Inggris. berikut tata cara bertukar kartu nama bisnis yang berlaku di Jepang
*Pertukaran kartu nama bisnis dilakukan berdiri.
*Yang menyerahkan kartu nama lebih dahulu adalah tamu, yang lebih muda, atau lebih rendah jabatannya.
*Jika ada seorang yang memperkenalkan, maka yang lebih dulu menyerahkan kartu nama adalah yang diperkenalkan duluan.
*Menyerahkan kartu nama milik sendiri dengan tangan kanan. Menerima kartu nama orang dengan kedua tangan.
*Setelah Anda menghapalkan nama, jabatan, dan nama perusahaan orang tersebut, simpanlah kartu namanya di dalam tempat kartu nama (meishi ire/ 名刺入れ).
*Jika menerima kartu nama dari beberapa orang sekaligus, boleh membariskan kartu nama mereka di atas meja untuk menghapalkan. Tetapi jangan lama-lama ya. Setelah itu segera simpan kartu nama di dalam tempat kartu nama yang disebut meishi ire / 名刺入れ. Menyimpan kartu nama orang lain langsung di dalam saku itu tidak sopan. apalagi menyimpan d kantong celana belakang itu adalah merendahkan
*Mencatat sesuatu di atas kartu nama orang lain saat orangnya ada di depan kita juga tidak sopan. Jikan ingin mencatat sesuatu, lakukan setelah orang itu sudah pergi.
Ribet yak? tapi begitulah betapa disiplinnya mereka menjaga sopan santun. Sedangkan kita kadang tidak memperhatikan hal-hal sedetil itu.
3. Adab di tempat umum
Orang Jepang sangat menjaga kesopanan. Mereka mematuhi norma-norma, misalnya tidak menelepon, berbicara keras, dan beberapa tindakan yang mengganggu orang lain. Kerapihan, ketertiban dan kedisiplinan warga Jepang memang patut diacungi Jempol. Bahkan saat mengantri masuk ke dalam kereta. Tidak ada yang berebut, anak kecil pun berdiri sabar menunggu giliran. Waaaw....
*berbeda sekali dengan di tempat kita, bahkan kadang ada saja bapak-bapak merokok disamping kita tanpa wajah berdosa!!
4. Adab menghormati orang lain
Meskipun mengucapkan salam sambil membungkuk dalah hal yang amat sering kita lihat di Jepang. Sikap semakin membungkuk menunjukkan derajat hormat seseorang dan semakin menghormati orang lain.
5. Adab bersikap dan etika umum lainnya yang merupakan kelebihan Jepang
*HADIAH :
Dalam kehidupan sosial bangsa Jepang,
memberi dan menerima hadiah adalah bagian yang penting,
kadang sebagai tanda terima kasih.
Hadiah biasanya tidak langsung dibuka dihadapan pemberi hadiah.
*CARA DUDUK : Dalam ruangan tatami,
biasanya tidak terdapat kursi atau bangku.
Tata-krama Jepang mengharuskan pria/wanita
duduk dengan kaki dilipat dalam suasana formil.
Setelah beberapa saat, bila kaki kita sudah terasa
kesemutan, wanita dapat duduk menyamping
dan pria dapat duduk bersila.
*MASKER : Guunakanlah masker waktu terserang Flu,
supaya tidak menularkan kepada Orang Lain.
Makanya kita sering melihat orang Jepang memakai masker
*AJAKAN DATANG KE RUMAH : Kalau mendapatkan ajakan main ke rumah
(asobini kite kudasai) untuk pertama kali,
sebaiknya kita menolak dengan mengucapkan terima kasih.
Seringkali ajakan tersebut bukan ajakan yang sebenarnya.
Apabila tuan rumah memang serius hendak mengundang,
maka ia akan mengulangi ajakan tersebut.
Untuk yang ketiga kalinya, barulah kita menerima ajakan
atau undangan main tersebut dengan membuat janji.
*BERKUNJUNG : Bila tuan rumah hanya mengundang satu orang saja,
maka sebaiknya tidak mengajak teman waktu berkunjung.
Bawalah sekedar oleh-oleh,
ketuklah pintu tidak lebih dari 2 kali,
kalau tidak terdengar ulangi sekali lagi.
Tinggalkan sepatu yang kita pakai dalam keadaan terjejer rapi,
dan untuk pelayanan kepada tamu,
biasanya nyonya rumah akan merapikan letak sepatu kita
menghadap ke luar rumah agar kita dapat
segera menggunakannya kembali saat meninggalkan rumah.
*TOILET :Apapun jenisnya tidak tersedia gayung ataupun ember
untuk menyiram di dalam toilet, Gunakanlah kertas toilet
yang tersedia untuk membersihkan diri,
sehingga tidak membasahi toilet yang biasanya
selalu dalam keadaan kering.
*MENJADI TETANGGA BARU :
Ketika baru saja menempati rumah atau apartment baru,
menyempatkan diri memperkenalkan diri kepada tetangga.
sebaiknya kalau bisa,dengan membawa hadiah
seperti handuk atau sabun yang dibungkus rapi.
Utamakan tetangga bawah dulu, kemudian tetangga kanan dan kiri.
Alasannya, tetangga bawah kita adalah tetangga yang kemungkinan
besar paling terganggu dengan suara-suara
ketika kita sedang mengatur barang-barang pindahan.
*NAIK SEPEDA DAN JALAN KAKI : di Tokyo jarang ada tempat parkir.
Kalau pun ada, harganya mahal. Dan jangan coba-coba
parkir sembarangan, atau melebihi batas maksimal waktu
yang dibolehkan. Bisa-bisa mobil kita ditempeli surat oleh polisi.
Sudah irit tanpa bahan bakar bensin, juga badan jadi sehat.
Sudah lazim di berbagai gedung terdapat parkir sepeda.
Mulai dari orang kecil sampai orang besar, mereka biasa bersepeda.
(jadi di JEPANG tidak ada istilah NGOYO ato PAMER mobil/ motor bagus!)
*TIDAK MAU MENGAMBIL YANG BUKAN HAKNYA : Masyarakat Jepang mempunyai kebiasaan baik,
yaitu melaporkan kepada polisi bila menemukan barang temuan atau barang hilang
Kalau ada orang kehilangan dompet di tempat umum, 90 – 100% kemungkinan dompet itu akan
kembali kepada kita. Terutama bila ada kartu nama atau ID cardnya.
*MENGHARGAI TENAGA MANUSIA: Di Jepang, Hampir semua tenaga kerja dibayar mahal.
dan katanya kalau mau saja, seseorang boleh kerja parttime dan dibayar dengan upah besar
yang bisa buat berlibur ke pulau Bali. (WAAAWWW!!!)
dan yang paling menarik, perbedaan nilai gaji pegawai rendahan atau kuli bangunan
tidak terpaut terlalu jauh dengan gaji pejabat tinggi. makanya sangat jarang terjadi demo di Jepang sebab semua kebutuhan buruh terpenuhi!! WOW!
*BUDAYA MALU: Di Jepang, Semua punya budaya malu yang tinggi.
misalnya ada pejabat yang merasa gagal dalam memegang dan menjalankan amanah,
mereka tidak segan-segan mengundurkan diri karena rasa malu.
*MEMINTA MAAF DAN TERIMA KASIH: Orang Jepang juga terkenal sopan dan ramah
misalnya mereka sedikit menyenggol ketika di jalan spontan mereka bilang "sumimasen"
untuk meminta maaf (meskipun bukan kesalahan mereka).
atau penjaga tiket setelah memeriksa tiket kita, mereka selalu berterima kasih sambil membungkuk!! Waooow...
Budaya membungkuk memang sudah biasa di jepang :D
Source by Google


